Oke Saya mulai saja dengan mengetik , dari pada saya tidak punya kerjaan dan hanya mengurusi boneka panda saya yang selalu diem kalau di ajak curhat
            Permasalahan remaja, dimulai dari mereka sendiri, oleh mereka sendiri dan untuk mereka sendiri. Pada dasarnya memang kata seorang motivator ganteng tapi botak yg terkenal saya agak lupa namnya, pernah menuliskan, "Seorang pemuda yang tidak galau adalah seorang yang hidupnya tidak normal " oke , saya akui kata kata itu benar, lalu bagaimana dengan saya yang tidak pernah mengakui kalau saya galau , apakah berarti saya juga tidak mengakui kalau saya tidak normal ?? Mungkin ini bisa dijelaskan dengan tabel kebenaran logika matematika, dan saya yakin jika saya membuat tabel itu disini, itu akan membuat anda menekan tombol x di browser anda. *ilang sinyal*
             Kembali kemasalah, pepatah yang tidak pernah diketahui namanya pernah bilang "dimana anda berusaha , disitu ada jalan " saya benarkan kata kata ini karna kalau saya mau protes, juga protes kepada siapa ?.
             Kegalauan seorang remaja selalu berawal dari kebingungan dalam menentukan masa depan, disini saya tidak akan membahas cinta yaa, karna kebetulan saya juga lagi tidak punya cinta , oke lanjut,  masa depan yang sulit ditebak dari seorang remaja adalah suatu permasallahan yang mungkin harus segera diselesaikan. Mau apa, kemana dan jadi apa, lebih baik hal seperti ini harus dipikirkan sendiri dan diharapkan jangan berfikir dengan orang \lain, karna dikhawatirkan semua kesimpulan akan sama dan tidak sesuai dengan hati nurani masing masing orang.
               Seorang remaja tumbuh , dan telah melewati masa sebelumnya yaitu anak anak. Sesungguhnya disini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengarahkan cita cita yang akan dicapai anak tersebut melaului pemantauan bakat. Bakat sesungguhnya sudah di ketahui sejak anak tersebut masih kecil. Sekolah adalah media yang sangat penting bagi anak untuk mengarahakan bakatnya, bukan berarti orang tua bisa bebas dari tanggung jawab untuk mengarahkan anaknya, tetapi peran orang tua terhadap sekolah adalah pemantauan. Masalahnya Orang indonesia yang pintar itu banyak , tapi metode yang mereka pakai adalah menghafal. yaa menghafal sesuatu yang dipelajari disekolah tanpa mengetahui bakat nya sendiri itu apa, mereka tidak cukup mengenal dirinya lebih jauh. berbeda dengan anak anak menengah dan cenderung berprestasi buruk di sekolah, sebagian besar dari mereka menggunakan otak untuk memahami apa yang mereka suka, sesungguhnya yang seperti ini perlu diperhatikan. sesungguhnya orang tua anak yang bertipe seperti ini tau, nilai mana dari anaknya yang paling baik. dan peran orang tua adalah mengarahkan dan mempertajam bakat dari anak nya yang paling menonjol.
                   Seorang matematis di beri kursus kimia agar dia menjadi anak yang pintar, mereka tidak akan mungkin mengenal dirinya dan cenderung galau. Mungkin saya berfikir sistem pendidikan di indonesia ini adalah mendidik seseorang untuk menjadi guru SD yang pandai akan segala hal.. dan bisa dibayangkan di masa depan dia akan seperti apa ? mendapat pendidikan yang setengah setengah lalu tiba tiba dituntut untuk menjadi ahli dalam bidang yang terpaksadia sukai karna masuk jurusan perguruan tinggi yang salah..
                    So, kesimpulan dari bualan saya ini adalah , pikirkan masak masak apa masa depan yang akan kita pilih, lakukan apa yang menurut kallian itu baik dan berdampak positif bagi kalian, hidup kalian bukan tentang orang tua, saudara teman guru atau atasan, tapi tentang diri anda sendiri dan kepantasan anda menerima tanggung jawab yang besar oleh Tuhan di masa yang akan datang. Masa depan di mulai dari pikiran anda sendiri dan bagai mana cara anda memulainya..


Saya motivator dadakan, ini coretan saya...

Penulis : Blog Saya ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel ini dipublish oleh Blog Saya pada hari Minggu, 20 Januari 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan
 

0 komentar:

Posting Komentar

diooda